28 Juli 2010

i want to ride my bicycle, i want to ride my bike...

Bicycle races are coming your way
So forget all your duties oh yeah!
- Queen (bicycle)-

actually, it was not racing at all. It was just kind of fun riding
.
mereka memberinya istilah fun bike
tapi saya lebih suka menyebutnya bersepeda santai beramai-ramai, lebih sesuai dengan kenyataan menurut saya.
Namun kenyataanya adalah, it really turned into a fun bike....

Saya bukan komunitas pencinta jenis sepeda tertentu dan saya pun bukan penganut paham bike to work.
Saya hanya ingin satu kendaraan yang cukup mahir saya kemudikan :-P
dan saya ingin mendayagunakan kendaraan itu sebesar-besar manfaatnya untuk kesenangan saya :-D

sudah lama niat untuk mengikuti ajang bernama fun bike ini.
Sejak kecil,
sejak Ayah membeli dua buah sepeda federal ketika saya masih begitu mungilnya
sejak dulu,
sejak pertama kali belajar untuk menguasai keseimbangan si roda dua ini yang membuat beberapa bagian tubuh saya biru lebam.
sejak lama,
sejak ibu, ayah dan beberapa kakak sepupu saya ikut acara fun bike radio la-nugraha yang mana ketika itu saya dianggap belum cukup umur untuk berpartisipasi didalamnya.


dan baru dua minggu kemarin, setelah belasan tahun lamanya...
cita-cita itu kesampaian *terharu...
bersama teman-teman
Dalilah, Yuk Icik dan kak Sutan


It was fun, it really was.
Awalnya saya seperti mencium tanda-tanda bahwa acara ini akan tidak berjalan lancar.
biasa, jam karet yang menjadi penyakit sebagian besar orang Palembang di semua lini.
Terjadwal jam enam, start baru dimulai setengah jam kemudian demi menunngu sang pembuka acara.
Saya sejenak berfikir bahwa, ah ini tidak ada bedanya dengan biking yang saya lakukan setiap sabtu pagi.

Namun, saya cukup gembira karena ternyata hitungan matematis saya menyimpulkan bahwa saya tetap mendapat keuntungan.
Mari berhitung, dengan biaya "hanya" Rp.20.000 saya sudah mendapatkan kaos dan tentu saja prospek mendapatkan sarapan pagi membuat senyum tetap menyungging di bibir saya hahahahaha

back to the topic, anyway
start berjalan lancar- serasa start MotoGP apa Tour de France saja. Rute awal dirubah karena hari sudah terlalu "siang", memutari Palembang Square menuju Demang Lebar Daun.
Jalan disini ternyata tanjakan dan turunan. Rute yang sebenarnya tidak terlalu jauh terasa begitu jauhnya.
Melihat tanjakan sepanjang jalan ini, saya seperti melihat sebuah masa depan, betis kondean >.<

Nah, tragedi itu terjadi...
ketika sepeda sedang melucur dengan derasnya ditengah turunan, saya melihat Dalilah memperlambat sepeda karena topi yang dipakainya jatuh dan tak lama kemudian tiba-tiba "brak!" suara tabrakan, spontan saya mengerem sepeda saya yang sedang meluncur dengan derasnya ditengah turunan.

Saya menoleh, Dalilah tertabrak.

Alhamdulillah....
Jangan salah paham saya bukan bersyukur karena teman saya tertabrak tapi saya bersyukur karena teman saya "hanya" tertabrak sepeda, bukan sepeda motor ataupun kendaraan yang lebih besar^^

semuanya berjalan lancar sampai kami mencapai garis finish walaupun sepeda dalilah ternyata bengkang (bengkang ini bahasa indonesia bukan??)

Sampai kembali ke Lapangan Parkir GOR Bumi Sriwijaya, ternyata disana terparkir berbagai jenis komunitas sepeda.

ada sepeda ontel Jadul yang beratnya ampun-ampunan.
komunitas low rider dengan sadel pendek dan stang yang membuat bau ketiak terbang keudara.
Dengan bantuan kak Sutan dan sedikit melancarkan jurus sokimutsokkenaldansokdekat, kami akhirnya bisa mencoba satu-satu sepeda yang belum tentu sebulan sekali bisa ditemui.

dan tentu saja tak lupa bernarsis ria dengan sepeda pinjaman ^^

sepeda tandem ini seperti sepeda kembar siam. menempel tapi masing-masing punya organ tersendiri. sadel, pedal dan stang yang terpisah. Memainkannya cukup mudah, terutama model yang kami coba ini. Semua kendali berada pada pengendara depan, yang dibelakang cukup menyesuaikan.


Terlihat seperti sepeda anak kecil??
Ini salah satu sepeda lowrider. Sedikit butuh waktu untuk bisa mengendarainya karena sadel dan pedalnya begitu pendek sedangkan stang-nya lebar dan tinggi. Sadel dan pedal yang pendek itu membuat kaki cukup gampang penat karena kaki serasa tidak bergerak ketika mengayuh dan keseimbangan pun cukup sulit didapat karena bentuk stangnya yang lebar. Tapi lama-kelamaan cukup bisa dikendalikan dan dikuasai dengan baik...


Ini juga salah satu jenis Lowrider, pedal dan sadelnya cukup tinggi sehingga cukup mudah dikendalikan dan cepat dikuasai tapi untuk membawanya dari rumah ke Kambang Iwak, sepertinya tidak...

Nah, kalau ini Sepeda ontel. Komunitasnya stylish sekali. Dengan pakaian jadul dan blangkon yang bertengger indah di kepala, mereka mengayuh-mengayuh dan terus mengayuh tak perduli itu tanjakan ataupun turunan. Tidak terbayangkan oleh saya bahwa sepeda itu begitu beratnya. Sepeda mereka pun dilengkapi dengan bermacam aksesories khas, Melihat mereka, saya serasa sedang nonton Film perjuangan live!

Karena bobotnya yang begitu berat, sadelnya tinggi, pedalnya hanya bisa mengayuh ke depan, saya yang awalnya bersemangat mengurungkan niat untuk mengendarainya. Saya takut terjatuh. Bukan apa-apa, masalah jatuh dan luka, buat saya yang sudah nakal dari kecil ini hal yang biasa. Yang saya khawatirkan kalo terjatuh dan sepeda itu saya kembalikan cacat dan tidak dalam keadaan utuh, saya tidak bisa membayangkan harus menggantinya. Barang antik harganya bisa mencapai puluhan juta, bisa nangis darah saya.. hehehehehe

Oia, perlu saya tekankan sekali lagi bahwa sepeda-sepeda di atas adalah bukan sepeda salah satu dari kami tapi milik orang-orang murah hati yang kami temui namun nama mereka pun tak kami ketahui sama sekali ^^

Dan dengan bangga, saya perlihatkan sepeda milik sendiri ketika kami bernarsis ria di pagi hari \^0^/

25 April 2010

sabar dan Ikhlas

bukan,
bukan Judul sinetron terbaru di stasiun TV swasta nasional.
layaknya Shafa dan Marwah, Kasih dan Sayang pun Cinta dan Anugerah

sabar dan ikhlas dalam arti yang sebenarnya.

minggu kemarin adalah ujian kesabaran dan pelajaran keikhlasan buat saya.
Ujian sudah selesai,pelajaran sudah diberikan
namun saya tak tahu apa hasilnya.
Mungkin gagal, mungkin lulus atau mungkin juga lulus dengan percobaan namun mustahil lulus dengan pujian.


Saya,
gampang marah,
mungkin galak.
berani,
mungkin bersemangat.

tapi saya baik hati dan tidak sombong *narsis....



namun jikalaupun saya marah, saya kasar, saya galak..
semua itu tanpa ada emosi yang memegang kendali.
kalaupun ada, sebisa mungkin saya akan mengendalikan diri agar tidak terlibat emosi didalamnya....

karena ketika emosi itu sudah melibatkan dirinya dan menguasai sebagian besar hati saya, bulir-bulir air mata seketika itu juga berserikat dan berkumpul untuk bersama-sama terjun bebas dari kelopak mata.
dan bahkan sepatah katapun takkan bisa lagi terucap dari bibir saya.

Hal itulah yang selama ini terjadi sehingga bila emosi sudah menguasai hati (lagi-lagi pilihan kata yang hiperbolik)
saya lebih memilih diam dan lari
karena saya tidak mau ada yang melihat air mata jatuh dr mata indah ini ;-p



Hal itulah yang selama ini terjadi, selama hidup saya di bumi Tuhan yang indah ini.

Dan tidak pernah terfikir bahwa ada reaksi lain yang bs terjadi dlm diri saya ketika keadaan yg sama terjadi.
Jujur, ini bukan reaksi yang saya harapkan, bukan sikap yang saya inginkan.


maaf bila ada yang tersakiti karenanya.
Permohonan Ampun kepada Tuhan telah saya sampaikan setiap akhir shalat saya,
namun ampunan Tuhan takkan terkabul tanpa pemberian maaf dari mahluk-Nya.


seperti kata Sherina ketika imut-imutnya dia dulu :

setiap manusia di dunia pasti punya kesalahan, tapi hannya yang pemberani yang mau mengakui
setiap manusia di dunia pasti pernah sakit hati, hanya yang berjiwa satria yang mau memaafkan





Dan kemarin, Handphone saya raib T_T
tiada angin, tiada hujan.
tidak ada tanda-tanda ataupun peringatan.


Hilang tak berbekas sama sekali,
bagai di telan bumi.
Handphone saya,
kesayangan saya.
handphone pertama hasil keringat sendiri,
sudah bersama saya selama lebih kurang sembilan bulan sepuluh hari,
saya merasa kehilangan sekali.



Dari sini saya belajar mengikhlaskan,
sesayang apapun saya padanya, se- tidak rela apapun saya atas perginya
toh dia tak bisa ditemukan lagi.

yang saya bisa cuma mengikhlaskan,
bahwa mungkin hak saya atasnya hanya sembilan bulan ini
bahwa mungkin jodoh kami hanya sampai disini,
dan memang harus diikhlaskan karena semua yang ada pada saya sampai sekarang ini hanyalah titipan yang harus saya pertanggungjawabkan di akhir nanti...



Doakan handphone saya ya teman-teman,
berbahagia dimanapun nanti ia berada dan semoga keberadaanya bermanfaat bagi kemaslahatan ummat (halah.... apa ini....)


Maka, meskipun tentu saja banyak hal-hal yang tidak sesuai rencana,
Alhamdulillah, sampai hari ini segalanya berjalan dengan baik.


seperti kalimat terakhir di serial Harry Potter.

All was well.......